Love is Beautiful
Saturday, June 28th, 2008Sudah baca novel Sang Pemimpi? Kalau
sudah, pasti tau tentang Arai kan. Saya mengagumi filosofi cinta Arai
terhadap Zakiah Nurmala, bidadarinya. Dalam pandangan saya, Arai sudah
paham betul bagaimana seharusnya mencintai sesuatu/seseorang. Arai
selalu berpikir positif meskipun Nurmala jelas-jelas menolaknya. Tapi,
lihatlah apa yang dikatakan Arai..
“Nurmala adalah tembok yang kukuh Kal…,” kilahnya diplomatis.
“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu,” sambungnya optimis.
“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.
“Tidak
akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan,
walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,”
kesimpulannya filosofis.
Mungkin, sudah tak penting lagi apakah Nurmala akan menerima atau
menolaknya, baginya, mencintai tanpa memiliki, itu sudah cukup..